Menggunjing Tetangga, Pak Haji Idris, Tetanggaku

Beliau sudah berusia hampir 70 tahun, indera pendengarannya pun sudah mulai berkurang sekarang.
Tetapi apabila saya mengingat apa yang sudah beliau perbuat dan lakukan untuk keluarga dan anak-anaknya, rasanya ingin mencontoh…..sedikit saja. Beliau, Bapak Haji Idris, nama tetangga saya tersebut.


Sejak masa mudanya, beliau setia hanya kepada satu istri, Ibu Sari Banun namanya. Mereka mempunyai putera dan puteri berjumlah 12 orang.
Dulunya, Pak Idris adalah pedagang emas, sementara istrinya, Ibu Sari Banun berdagang kain dan baju di pasar.

Saya tidak tahu apakah Pak Idris memang mempunyai intuisi bisnis yang bagus ataukah memang benar-benar pandai melihat pasar properti di masa depan.
Hasil dari pendapatan dagangnya beliau kumpulkan dan kemudian di belikan beberapa petak tanah dan rumah di beberapa lokasi. Satu petak besar tanah berlokasi di Jalan Tjilik Riwut km 5.5 atau lebih terkenal dengan nama Jalan Rusia di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tepatnya di seberang kantor walikota yang sekarang. Letak yang sangat strategis dan tentu saja bernilai jual tinggi bahkan sangat tinggi.

Di tanah ini kemudian Pak Idris membangun rumah-rumah [bukan hanya 1] tetapi membangun perumahan dan toko-toko yang berjajar di muka jalan.
IMG_20160116_171953.jpg

IMG_20151113_121313.jpg

IMG_20160111_101409'.jpg

Rumah-rumah di atas adalah 3 dari sekian banyak rumah milik Pak Haji Idris yang di sewakan.

Kok saya bisa tahu ? Kan saya tetangganya, apalagi saya [kami sekeluarga] juga menjadi salah satu penyewa toko Pak Idris tersebut.

Rumah-rumah yang di bangun beliau sekarang bernilai jual antara Rp 350 hingga Rp 400 juta per satu rumah.
Nah, rumah-rumah yang di sewakan, ternyata sudah di balik nama atas nama masing-masing  anak-anak Pak Idris. Jadi ada 12 rumah dan 12 toko yang di berikan Pak Idris kepada anak-anaknya. Keren ya….Seandainya saya adalah salah satu anaknya……#mimpidisiangbolong.

Beliau juga membangun 1 masjid di area perumahan yang di beri nama Masjid Zaitun, seperti nama salah satu anak perempuannya. Masjidnya megah dan besar. Menurut info yang saya dapat, di sekitar masjid tersebut rencananya  akan di bangun madrasah dan pondok pesantren. Sekarang ini masih dalam tahap pembangunan.

IMG_20160831_090656T.jpg

Di masa pensiunnya sekarang ini, beliau tinggal menerima hasil dari biaya sewa toko, biaya sewa rumah dan hasil penjualan rumah serta tanah.

Tetapi saya melihat bahwa tidak semua anak-anak beliau mempunyai semangat dan kepandaian yang sama dengan bapaknya. Beberapa anaknya seolah hidup hanya dengan mengandalkan kekayaan ayahnya. Yahhh…begitulah hidup, terkadang generasi pertama sangat sukses karena kerja keras dan semangat pantang menyerah. Namun, generasi kedua dan generasi ketiga terkadang tidak bisa mencontoh dan menirunya.

Artikel ini saya ikutsertakan dalam lomba menulis “Lomba Menggunjing Tetangga” yang di adakan oleh The River Post

 

Advertisements

2 thoughts on “Menggunjing Tetangga, Pak Haji Idris, Tetanggaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s