Program SMSbunda, Upaya Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir

Saya teringat kembali pengalaman sekitar 14 atau 15 tahun yang lalu. Saat saya dan suami menikah, saat saya hamil dan kemudian melahirkan.
Walaupun dulu sebelum menikah, saya dan suami mengikuti kursus perkawinan selama 3 bulan di gereja, ternyata juga tidak menjamin bahwa pernikahan kami akan baik-baik saja tak pernah ada masalah.  Seandainya ada sekolah untuk membangun keluarga dan juga sekolah untuk menjadi orang tua…….[berharap].

15 tahun yang lalu, gadget seperti smartphone belum lahir. Pengguna handphone pun masih bisa di hitung dengan jari. Sekarang, jaman semakin maju, aplikasi mobile phone pun semakin mudah di pergunakan, seharusnya kesehatan dan menjadi sehat bukanlah hal yang sulit. Terutama menyangkut kehamilan dan melahirkan.

Hasil riset dari Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2013 yang mencakup sampel 300.000 rumah tangga mencatat bahwa 2.6 persen perempuan menikah pertama kali pda umur kurang dari 15 tahun, selain itu 23.9 persen menikah pada umur 15-19 tahun.
Terdapat kehamilan penduduk perempuan pada umur kurang dari 15 tahun sebesar 0.02 persen dan kehamilan pada umur remaja [15-19 tahun] sebesar 1.97 persen. Kematian ibu melahirkan di kelompok usia terlalu muda [20 tahun ke bawah] mencapai 6.9 persen.
Kematian ibu melahirkan di kelompok usia [35 tahun ke atas] mencapai 25.6 persen.

Beberapa penyebab kematian ibu melahirkan di antaranya :

  • pendarahan
  • infeksi
  • hipertensi
  • lainnya

Pengalaman saya dulu, saat hamil saya masih bekerja sebagai karyawan di sebuah kantor, bahkan setelah melahirkan.
Saat itu, setiap bulan saya memeriksakan kehamilan di seorang bidan yang dekat dengan rumah. Inginnya sih di rumah sakit ibu dan anak atau klinik ibu dan anak, tetapi terbentur masalah waktu dan pekerjaan.
Kalau di bidan ini, saya bisa kontrol meskipun sudah jam 8 malam dan tidak antri pula.
Untunglah, tidak ada hal yang aneh-aneh selama kehamilan saya.
Tetapi pengetahuan saya saat itu tentang kehamilan, tentang melahirkan dan merawat bayi baru lahir adalah 0 besar. Saya tidak tahu apa-apa. Juga tidak ada yang mengajari saya tentang apapun yang saya butuhkan, tentang menyusui, merawat bayi dan lain-lain.
Bagaimana cara menyusuipun saya tidak tahu sehingga lama kelamaan air susu saya tidak keluar. Satu hal yang sangat saya sesali.

Menurut saya pribadi, program SMSbunda merupakan program yang baru dan bagus.
Karena calon ibu bisa menerima berbagai informasi yang bermanfaat seputar kehamilan yang sedang di jalaninya.
Tidak mungkin kita bisa memperoleh informasi-informasi tersebut dari televisi. Terkadang informasi dari orang tua ataupun tetangga pun kebanyakan mitosnya ketimbang fakta. Informasi dari internet adalah hal yang paling mungkin, tetapi tidak semua calon ibu mempunyai akses internet dan bisa menggunakan internet, apalagi ibu-ibu di pelosok desa. Tetapi kalau handphone, pasti semua orang punya. Tidak di kota ataupun di desa. Sehingga informasi penting yang di terima oleh si calon ibu akan bisa di terima dan di aplikasikan dengan baik melalui SMS yang di kirimkan oleh SMSbunda.

Ahhhhh seandainya saat hamil dulu sudah ada program SMSbunda, pasti anak saya akan bisa meminum ASI dan bukan susu formula.

Lalu bagaimana cara SMSbunda bekerja ?
Mudah kok, saat ibu hamil memeriksakan kehamilan di bidan, daftarkan nomor  handphone yang di pakai. Layanan SMSbunda ini gratis dan tidak memotong pulsa, jangan khawatir.

5.jpg

Apakah ada manfaatnya ?

Ada, program SMSbunda sangat bermanfaat sekali. Selain ibu hamil memiliki pengetahuan tentang masa kehamilan dan melahirkan, di harapkan, suami dan keluarga
juga sekaligus bisa menerima informasi yang sama.
Dukungan dari keluarga terdekat, sangat di perlukan dan di butuhkan oleh ibu hamil dan si calon bayi.
Apalagi bila terjadi saat-saat genting atau darurat seperti saat-saat mau melahirkan ataupun bayi baru lahir mengalami sakit penyakit.
Paling tidak, ibu dan keluarga sudah mengetahui harus bagaimana, apa yang harus di lakukan dan harus memeriksakan bayi ke mana.
Jangan sampai, karena kurangnya informasi dan pengetahuan yang kita dapatkan, terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan.

Salah satu hal yang saya alami dulu, anak saya terlambat menerima vaksinasi campak dan kemudian dia terkena panyakit campak yang parah…bahkan nyaris tidak tertolong.
Saya berpikir semuanya akan baik-baik saja, meskipun dia demam tinggi, sariawan di semua mulutnya dan berat badannya turun drastis.
Sampai satu saat di siang hari saat saya masih di kantor, saya menerima telpon dari ibu mertua saya bahwa beliau dan anak saya ada di ICU salah satu rumah sakit.
Tangis saya langsung pecah dan saya langsung memacu motor saya ke rumah sakit tersebut. Di bed ICU rumah sakit, saya melihat anak saya sudah di pasangi selang infus dan saya menatap pandangan matanya yang bingung. Umurnya masih belum genap satu tahun saat itu.
Satu-satunya hal yang saya pikirkan saat itu adalah perasaan marah yang teramat sangat. Saya marah kepada ibu mertua saya yang menjaga anak saya dan teledor hingga terlambat membawa anak saya vaksinasi.
Saya marah kepada suami saya karena saat saya pernah bilang supaya anak kami di  perikasakan ke rumah sakit, dan suami saya saat itu bilang tidak perlu. Padahal dia tahu anak kami sakit. Dan saya marah kepada diri saya sendiri, bagaimana bisa saya menjadi ibu yang tidak berguna seperti ini.
Puji Tuhan, saya melihat semangat anak saya untuk sembuh sedemikian besar.
Setelah beberapa lama di rumah sakit dan di sterilkan dari pasien lain karena penyakit campaknya menular, beberapa kali di ambil sampel BAB-nya, sampel darah, infus tiap hari. Akhirnya dia di perbolehkan pulang.
Betapa saya bersyukur saat itu bahwa masa-masa kritis sudah lewat dan saya tidak mau hal serupa terjadi lagi pada anak saya. Anak saya yang selama 9 bulan kehamilan saya bawa bekerja, setelah dia lahir malahan saya tinggal bekerja. Dan kemudian sakit pula.

Sekarang ini saya sangat bersyukur, sudah 2 tahun ini saya di beri kesempatan untuk menjaganya setiap hari. Karena sudah 2 tahun saya menjadi ibu rumah tangga sejati.
Meskipun agak terlambat, karena dia sudah besar, namun kami menikmati saat-saat saya mengantar dan menjemputnya sekolah. Kapanpun dia membutuhkan saya, saya bisa dan saya ada.

Saya berjanji pada diri saya sendiri untuk semakin menambah porsi pengetahuan dan pembelajaran saya agar tidak terjadi hal-hal yang saya sesalkan di kemudian hari.

Dan saya sangat bangga, ada program SMSbunda yang saya percaya bahwa bukan hanya membantu memberi informasi tetapi juga bisa menambah rasa percaya diri si calon ibu tentang bagaimana merawat bayinya dan membesarkannya kelak.

20.jpg

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s