Kurangi Polusi Udara Dengan Sakura Filter

Sejak kuliah saya sudah memakai dan menggunakan sepeda motor. Saat itu saya berusia 17 tahun, jadi saya sudah berkendara melanglang aspal jalanan selama 21 tahun.
Dari mulai jalanan yang saya lewati dulu hanya ada beberapa saja yang memakai mobil dan motor pribadi dan lebih banyak yang memakai angkutan umum, hingga sekarang  kendaraan pribadi sudah tak terhitung banyaknya dan angkutan umum sepi peminat.

Berkali-kali sudah saya pernah terjatuh dan mencium aspal. Pernah kena tilang ? Berkali- kali [jangan di contoh].
Itu saat saya masih muda dulu. Sekarang setelah mempunyai anak, saya lebih berhati-hati
baik saat membonceng ataupun di bonceng. Menjadi lebih bertanggung jawab.
Ibarat kata kalau jatuh sendirian masih tidak apa-apa,  lha kalau pas membonceng anak kan bisa berabe.
Sekarang ini kegiatan saya juga masih berkutat di aspal dan kendaraan bermotor karena harus mengantar jemput anak saya bersekolah setiap hari.

IMG_20160522_111011.jpg
Bolehkah saya sharing beberapa hal yang tidak saya sukai saat berkendara di jalan raya?
1. Melihat pengendara lain tidak memakai helm
2. Melihat pengendara lain ugal-ugalan
3. Asap knalpot yang mengepul dan membuat pusing kepala karena baunya yang aduhai
4. Pengendara yang mengendarai motornya terlalu pelan dan mengambil lajur tengah
5. Pengendara motor yang kasih lampu zen ke kiri tapi dia malah belok ke kanan
6. Motor yang di modifikasi sehingga suaranya berisik memekakkan telinga

3 minggu lalu, saya dan keluarga pulang ke kota Semarang dan saya benar-benar takjub melihat kemacetannya. Maklumlah, saya sudah hampir 2 tahun tidak melihat kota Semarang.
Mungkin dalam waktu 2 tahun tersebut, volume kendaraan sudah bertambah berkali-kali lipat sementara luas ruas jalan rayanya tetap sama.
Sangat jauh berbeda dengan di Palangkaraya sini. Di Palangkaraya, saya masih bisa
berkendara dengan santai sambil mikir ini-itu alias masih bisa santai.
Jarang saya pusing kepala gara-gara asap knalpot yang begitu banyak [kecuali gara-gara kabut asap tahun lalu].

Tahun kemarin anak saya naik ke jenjang lebih tinggi yaitu kelas 1 SMP.  Saya selalu mewajibkan dia memakai helm saat saya bonceng karena jarak sekolahnya lumayan jauh, sekitar 8 km dari rumah. Tidak pernah saya membiarkan anak saya mengendarai motor sendiri karena alasan keselamatan. Foto di bawah ini saat dia berlatih naik motor tua, di halaman kantor Walikota bukan di jalan raya.

IMG_20160705_163701.jpg

Selalu  memakai helm, mengajarinya berkendara dengan aman, sehat dan nyaman.
Bayangkan kalau seandainya kita tidak memakai helm, beberapa hal buruk  yang mungkin terjadi adalah:

  1. Tidak aman karena pasti selalu ada risiko kita terjatuh di jalan raya. Kepala kita akan tetap aman apabila kita memakai helm.
  2. Saat kita memakai helm, paling tidak kita bisa menghindari sinar matahari supaya tidak langsung mengenai kepala, rambut dan wajah kita. Terkena sinar UV matahari terus menerus membuat kita berisiko terkena kanker kulit.
  3. Kita akan nyaman memakai helm karena kita tidak kepanasan, dan tidak perlu selalu menyipitkan mata saat berkendara.

Menurut saya ada 2 faktor yang mempengaruhi bagaimana kita berkendara dengan sehat dan nyaman.
Faktor yang pertama adalah faktor manusianya. Kita harus selalu mengerti bahwa kita tidak sendirian saat berkendara di jalan raya. Orang lain pun mempunyai hak yang sama dengan kita, jadi jangan coba-coba egois dan menyerobot lajur jalan, traffic light, maupun berkendara ugal-ugalan.
Kita harus menjaga keselamatan diri kita sendiri dan juga orang lain.

Selain faktor manusia di atas, faktor lain yang tidak kalah penting adalah faktor pendukung yaitu motor kita.
Peluang kita untuk selamat di jalan raya saat berkendara juga bisa di pengaruhi oleh motor kita. Bayangkan apabila rantai motor kita kendor atau rem kendaraan tidak berfungsi.
Apa yang akan terjadi ? Silahkan di pikirkan sendiri.

Selain itu untuk menjaga motor kita tetap awet dan tidak boros bahan bakar, kita harus selalu rutin menservice kendaraan kita. Ganti filter motor kita apabila sudah kotor.
Filter yang tidak bersih bisa menyebabkan motor kita boros bahan bakar.

Lebih baik kita memakai dan menggunakan filter sakura, bukan hanya kita saja yang berkendara dengan nyaman, tetapi kita juga bisa menyumbang kenyamanan untuk para pengguna jalan raya yang lain. Bagaimana bisa ?
Filter Sakura membuat bahan bakar lebih bersih sehingga polusi udara berkurang. Selain itu, kebersihan bahan bakar akan memperpanjang jangka waktu injektor dan memelihara
efisiensi bahan bakar.

safe_image (1).png

Jadi, tunggu apa lagi?
Yuk gunakan filter sakura untuk berkendara sehat dan nyaman. Hindari polusi udara, kita mulai dari diri kita sendiri.

Artikel ini saya ikutsertakan dalam lomba blog Sakura Filter yang bekerja sama dengan blog detik.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s