Ketika Ibu Tidak Bisa Membekalimu Dengan ASI

Tahun 2003 saya melahirkan untuk yang pertama kalinya.
Sangat menakjubkan menjadi seorang ibu di usia saya yang masih muda, 23 tahun. Sebelum menikah, sejak tahun 2000-an saya sudah bekerja.
Saat itu, meskipun hamil, saya tidak pernah mengalami morning sickness…sama sekali.
Tidak pernah mual muntah, seingat saya hanya 2 kali saya muntah dan itupun gara-gara bau makanan yang membuat saya mual.
Selera makan saya bagus, tubuh juga kuat, karena dari rumah ke tempat kerja  dulu membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam.
Kalau saya berpikir tentang hal itu sekarang dan pernah sekali saya melewati rute yang sama beberapa waktu lalu, saya benar-benar terkejut dan takjub betapa saya mampu melakukannya setiap hari.
Cuti melahirkan hanya di berikan selama 6 minggu saja oleh bos saya. Waktu yang sangat kurang sekali untuk cuti melahirkan serta pemulihan, sementara gaji pun di potong separo dengan alasan cuti. Anehnya saya tidak protes sama sekali waktu itu.

Hamil dan mengandung serta bekerja selama 8 jam sehari saya lakoni dengan baik. Mungkin karena pengaruh usia juga. Proses melahirkan pun berjalan lancar dan normal.
Saat hamil saya memeriksakan kehamilan setiap bulan di seorang bidan di dekat rumah, sebut saja bidan A.
Hanya saja, saat saya mau melahirkan, beliau ada penataran dan tidak bisa membantu saya. Kemudian oleh ibu mertua, saya dan suami di antar ke bidan B. Saya melahirkan di bidan B.
Sayangnya, tidak ada inisiasi dini yang di lakukan oleh bidan B terhadap saya dan bayi saya. Malahan, bayi saya langsung di beri minum susu formula dari botol. Saat itu saya tidak tahu harus bagaimana meskipun saya tahu bahwa ASI adalah yang terbaik bagi bayi.

mikhael2
Mikhael kecil

Setelah 2 hari di bidan B, saya kemudian di boyong pulang oleh mertua dan menginap di rumah mertua selama beberapa minggu.
Sampai saat ini saya masih menyesali bagaimana saya tidak mampu dan tidak bisa memberikan ASI kepada anak saya.
Oleh mertua saya pun, begitu anak saya menangis langsung  di beri susu formula.
Saya tidak tahu dan tidak di beri tahu bagaimana cara memberikan ASI yang benar dan apa yang harus di lakukan apabila ASI tidak lancar keluar.
Menurut saya, karena tidak di susukan kepada bayi, maka produksi ASI saya sangat sedikit dan malahan tidak keluar sama sekali. Jadilah anak saya anak susu formula.

Syukurlah, meskipun anak saya tidak minum ASI, tetapi kedekatan emosional antara saya dan dia terjalin dengan baik.
Kekurangannya, sistem imun tubuhnya sangat lemah. Saat anak saya berusia 2 bulan saya sudah harus kembali bekerja lagi. Dia pun saya titipkan pada ibu mertua saya.
Setiap hari menempuh kurang lebih 45 menit perjalanan dari rumah ke tempat neneknya dan kami di bonceng naik motor oleh ayahnya.
Pada usia 4 bulan, anak saya mulai terserang ISPA. Batuk, pilek bahkan dahak keluar terus menerus.
Entah sudah berapa dokter [dari doketer umum dan dokter spesialis anak] dan sudah berapa obat yang dia makan. Dia baru sembuh saat berumur sekitar 3 tahun.

IMAG0132
Mikhael 3 tahun

Anak saya juga pernah terkena campak oleh karena neneknya lupa membawa dia imunisasi. Dan salah saya juga tidak mengontrol kartu imunisasi nya.
Campak morbili ini mengharuskan dia di rawat di ICU dan harus di pisahkan dari pasien-pasien yang lain karena penyakit ini menular.
Hancur hati saya karena saat itu keadaan tubuhnya benar-benar sangat lemah.
Puji Tuhan, dia sangat kuat dan berhasil melalui penyakit ini.

Begitu banyak hal yang saya lewatkan untuk berbagi dengan anak saya saat itu terutama tentang pemberian ASI untuk kekebalan tubuhnya.
Saya bersyukur karena anak saya tidak terkena obesitas karena susu formula yang dia minum sedari bayi. Dari yang saya tahu, susu sapi mungkin bisa menyebabkan alergi dan
obesitas.

Saya membaca dalam buku The Miracle of Enzym bahwa jika kita memberikan susu yang di jual di toko kepada anak sapi dan bukan langsung dari induk sapi maka anak sapi itu
akan mati dalam 4 atau 5 hari. Mengapa ? Karena susu yang di jual di toko sama sekali tidak mengandung enzim dan hanya mengandung lemak yang sudah teroksidasi dan kualitas  proteinnya sudah berubah akibat suhu yang tinggi.
Saya juga baru tahu bahwa nutrisi yang di temukan pada susu sapi  dan ASI sangatlah serupa.
Keduanya mengandung protein,lemak, laktosa, zat besi, kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan vitamin, namun kualitas dan jumlah nutrisi tersebut sangat berbeda.
Baik susu sapi dan ASI mengandung bahan antioksidan laktoferin yang memperkuat sisitem kekebalan tubuh.
Namun laktoferin yang terdapat dalam ASI adalah 0.15% sementara yang terdapat dalam susu sapi hanya 0.01%
Sementara kadar laktosa [zat gula] dalam ASI sekitar 7% sementara dalam susu sapi hanya 4.5%.

Namun demikian, sekarang ini saya sangat bersyukur karena anak saya tumbuh dengan baik. Di umurnya yang 13 tahun ini bahkan tinggi badannya sudah menyaingi tinggi badan ayahnya.
Dia juga pandai meskipun bersifat malas persis seperti ibunya [hehe].

IMG_20160529_194036_7.jpg
Mikhael 13 tahun

Pekan ASI Dunia yang berlangsung 1-7 Agustus 2016 membuat saya kembali berharap untuk memiliki anak lagi.
Dan apabila memang di ijinkan oleh Tuhan, saya akan berusaha keras dan berjuang untuk memberikan ASI, memberikan kekebalan tubuh bagi anak saya kelak.

Di sini saya juga menghimbau kepada semua pembaca artikel saya bahwa peran serta kehamilan, melahirkan dan pemberian ASI serta tumbuh kembang anak bukan hanya tanggung jawab dan tugas ibu semata-mata. Di harapkan dari pihak ayah dan keluarga serta semua masyarakat memberikan dukungan moril terhadap ibu yang akan dan sedang memberikan ASI. Bagaimana caranya ? Dengan memberikan tempat yang nyaman sehingga Ibu bisa memberikan ASI dengan nyaman. Jangan memandang dengan tatapan tidak suka atau jijik kepada ibu yang sedang memberikan ASI. Bukankah kita bisa hidup sampai sekarang ini oleh pemberian ASI dan kasih sayang dari ibu kita ?

Bukankah anak-anak kita adalah generasi emas penerus bangsa ? Bukankah anak-anak kita harus lebih sehat, lebih pandai dan lebih segala-galanya dari kita orang tuanya ? Dengan demikian kita bisa berharap bahwa Indonesia akan menjadi semakin lebih baik dan lebih maju di masa yang akan datang.

Artikel ini saya ikutkan dalam Give Away bertema ASI dan Segala Cerita Tentangnya yang di selenggarakan oleh Dunia Biza.

Pekan-ASI-Dunia-2016

 

Advertisements

4 thoughts on “Ketika Ibu Tidak Bisa Membekalimu Dengan ASI

    1. halo mba Santi, maaf baru balas komennya, ternyata masuk ke spam dan baru ketahuan hari ini.
      iya mba sekarang anak saya sudah kelas 8, sudah besar. trimakasih sudah berkunjung

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s