Only Saving is Not Enough

Menjadi ibu rumah tangga ternyata selain harus kuat dan tangguh, juga harus pandai dan bijak mengatur keuangan, itu harus.
Selama ini saya berpikir, ada uang lebih ya harus masuk tabungan. Aman, tidak bisa di intip-intip atau di pecah seperti celengan ayam.

IMG_20160726_103647T
dokumen pribadi : uang dan buku tabungan

Tabungan 

Akhir bulan buku-buku tabungan tersebut selalu saya usahakan untuk di print out atau di cetak. Setiap kali di cetak dan  saya cek, pasti selalu ada debet rekening dari bank entah itu biaya administrasi atau biaya pajak atas bunga.
Sementara bunga dari saldo tabungan saya nilainya jauh lebih kecil dari kedua biaya tersebut. Artinya ? Rugi dong, saldo tidak bertambah malah selalu berkurang karena ada biaya-biaya yang timbul.

Scan bniT
biaya-biaya tabungan

Pengalaman lain, dulu pernah ada tersisa uang sebesar Rp. 500.000 di salah satu tabungan, kemudian saldonya menjadi “0” setelah beberapa bulan. Status dorman dan kemudian otomatis closed account. Rugi lagi…

Pos pendapatan atau income di keluarga kami sementara ini masih 1 sumber saja, sedangkan pos-pos pengeluaran berbanding terbalik….banyaaakkkkkk sekali.

Saya membuat tabel di bawah ini agar mudah di pahami, terutama oleh saya dan suami.  Pos-pos pengeluaran terbagi sedemikian rupa supaya setiap bulan kami [saya dan suami] selalu ingat untuk mengisi pos-pos tersebut sebelum membelanjakan uang untuk kebutuhan lain yang tidak terlalu penting.

income, pendapatan, pengeluaran, keuangan keluarga
pos pendapatan dan pengeluaran

Sebelum berinvestasi di reksadana, dulu kami pernah mencoba investasi membeli logam mulia [LM] berbentuk koin, dari yang 5 gram hingga 10 gram.
Tetapi untuk membeli koin LM tersebut, sejumlah dana sudah harus terkumpul lebih dahulu. Misal, harga per gram LM koin adalah Rp. 500.000 dan kami mau membeli 5 gram.
Berarti saya harus mempunyai uang Rp.2.500.000 lebih dahulu untuk bisa membelinya. Artinya, investasi logam mulia membutuhkan modal yang tidak sedikit, minimal harus jutaan rupiah.

Apalagi kalau kita menyimpan uang Rp 2.500.000 di bank, kemungkinannya hanya satu yaitu nilai nominalnya menurun terkena biaya administrasi dan biaya bunga seperti yang saya ceritakan di atas. Atau di simpan di rumah ? Bisa saja sih tetapi uang yang mengendap beberapa lama tidak akan menghasilkan keuntungan. Pun ada  risiko yang mungkin terjadi seperti pencurian, uang terpakai lagi untuk kebutuhan lain dan lain sebagainya.

Sudah melirik investasi lain ? Sudah….seperti investasi properti tetapi pasti semua tahu dong ya kalau investasi properti dananya harus ratusan juta rupiah.

Saat kami duduk berdua sambil ngopi dan berdiskusi tentang keuangan keluarga, ternyata banyak tujuan-tujuan keuangan dan impian-impian kita yang belum tercapai, di bawah ini list-nya :

tujuan keuangan
dokumen pribadi, tujuan keuangan keluarga

Kita masih butuh dana untuk renovasi rumah, biaya sekolah anak, biaya dana pensiun, biaya untuk membeli properti lagi untuk investasi dan berencana untuk tiap tahun pulang mudik ke Jawa. Banyak maunya ya ?  Tetapi kami masih belum menemukan bentuk instrumen atau alat investasi yang pas dan cocok untuk mewujudkan impian-impian kami di atas.

#WujudkanImpianmu dengan Reksadana

Kabar baiknya adalah dalam keadaan kepepet, butuh imbal hasil yang lebih tinggi dari suku bunga tabungan dan deposito, maka mulailah saya mencari semua informasi yang berhubungan dan terkait mengenai investasi, tentu saja yang tidak mengharuskan modal investasi besar tetapi terjangkau dan juga bisa di lakukan dengan mudah menggunakan gadget atau komputer di rumah sehingga tidak merepotkan atau istilahnya investasi online.
Cari, baca dan temukan kemudian laksanakan, itulah the power of kepepet kami.
Sekarang kami bertambah pengetahuan mengenai investasi termasuk investasi reksadana.

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi (UU No. 8 Tahun 1995 mengenai Pasar Modal). [sumber : http://www.poems.co.id]

Ada 4 jenis produk Reksadana :

  • Reksa Dana Saham/Index (Saham): Reksa dana yang investasinya sebagian besar dalam bentuk Efek Ekuitas (Saham). Tingkat risiko dan imbal hasil sebanding [tinggi], jangka waktu investasi yang di sarankan >=10 tahun
  • Reksa Dana Campuran (Saham, Obligasi, Pasar Uang): Reksa dana yang investasinya berbentuk Efek Ekuitas dan Efek Utang / Efek di Pasar Uang dengan komposisi proporsional. Tingkat risiko dan imbal hasil sedang dengan jangka waktu investasi yang di sarankan 3 – 10 tahun
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap (80% Obligasi): Reksa dana yang investasinya sebagian besar dalam Efek Utang yang bersifat jangka panjang. Tingkat risiko dan imbal hasil rendah – sedang jangka waktu investasi yang di sarankan 1 – 3 tahun
  • Reksa Dana Pasar Uang (100% instrumen Pasar Uang): Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun (Deposito, SBI, SBPU).  Tingkat risiko dan imbal hasil rendah dengan jangka waktu investasi yang di sarankan <= 1 tahun. Reksadana Pasar Uang paling sesuai untuk investor pemula karena memiliki risiko yang paling rendah di bandingkan 3 jenis reksadana yang lain. [sumber : ww.poems.co.id]

Dari ke-empat jenis reksadana tersebut, reksadana saham memberikan imbal hasil yang  paling tinggi walaupun risikonya pun juga lebih tinggi di bandingkan dengan jenis reksadana yang lain.
Itulah mengapa, reksadana saham di sarankan untuk investasi jangka panjang atau 10 tahun ke atas.

Kemudian saya dan suami membandingkan imbal hasil antara tabungan dan investasi reksadana. Ternyata oh ternyata….jauh berbeda sekali. Hitungannya kita rugi waktu dan uang karena ternyata kami menyimpan, lebih tepatnya menanam uang di tempat yang salah. Ilustrasi di bawah ini, apabila kami mempunyai uang Rp. 100.000 dan kami tempatkan di tabungan dan atau investasi reksadana. Besaran suku bunga berdasarkan asumsi.

Ternyata, di bandingkan menyimpan uang di tabungan, untuk kebutuhan jangka panjang, akan lebih efektif dan menguntungkan apabila saya simpan atau investasikan di investasi reksadana saham. Lihat perbedaan hasilnya, jangka waktu 10 tahun, dengan modal Rp. 100.000 di tabungan menghasilkan Rp. 122.120 [belum terpotong biaya administrasi] sedangkan hasil dari investasi reksadana saham dengan modal Rp. 100.000 bisa menghasilkan Rp. 444.021 setelah 10 tahun kemudian.

Perhitungan ini berdasarkan nominal modal Rp. 100.000 yang nominalnya bagi kita adalah uang kecil. Lalu bagaimana kalau modal investasi nya Rp. 1.000.000 atau Rp. 10.000.000 ? Bisa di bayangkan perbedaan imbal hasilnya. Itulah mengapa saya bilang : Only Saving is Not Enough, dengan menabung saja tidak akan cukup.

Mengapa ? Ingat …. ada biaya administrasi bulanan, biaya pajak atas bunga, inflasi dan kemungkinan lain yang bisa menyebabkan hasil dari tabungan tidak akan cukup dan malah akan berkurang, apalagi untuk menahan inflasi 10 atau 20 tahun yang akan datang.

Salah satu contoh inflasi yang paling mudah dan saya ingat :

Tahun 1990-an saat saya masih SMP sekitar 25 tahun yang lalu, harga beras per kg tidak sampai Rp. 5.000 rupiah seingat saya hanya Rp. 2000-an per kg. Tahun 2016 sekarang ini, harga beras per kg Rp. 15.000 untuk kualitas biasa bukan super. Bisa di bandingkan kan, berapa kali lipat kenaikan harga-harga 20 atau 25 tahun yang akan datang. Pertanyaan selanjutnya, bisa tidak hasil tabungan atau hasil investasi kita meng-cover semua biaya-biaya dan kenaikan harga 20 tahun yang akan datang ? Only Saving is Not Enough.

imbal hasil, reksadana, tabungan
perbandingan imbal hasil tabungan VS reksadana

Seandainya saya tahu sejak dulu seharusnya kami menanam uang di tempat yang tepat yaitu di investasi reksadana, pasti kami akan mendapatkan imbal hasil yang maksimal sesuai dengan jumlah dana yang kita investasikan.

reksadana, phillip rupiah balance fund
sumber : https://www.poems.co.id/

Tidak ada kata terlambat untuk berinvestasi

Setelah berunding dan berdiskusi serta melakukan berbagai perhitungan, akhirnya suami setuju untuk membuka account investasi reksadana Manulife Sektoral Syariah Amanah. Meskipun kami tahu bahwa mengingat umur, sebenarnya kami sudah sangat terlambat untuk memulai berinvestasi di reksadana. Tetapi akan lebih salah lagi apabila kami tidak mengambil kesempatan ini. Waktu yang paling tepat untuk berinvestasi adalah SEKARANG, berapapun usia dan berapapun pendapatan anda saat ini.
MSSA adalah reksadana saham syariah dan memang kami membeli reksadana ini untuk tujuan jangka panjang, di antaranya untuk dana pensiun kami berdua. Setiap bulan harus menyisihkan Rp. 1.000.000 khusus untuk membeli unit MSSA.

mssa2
dokumen pribadi : MSSA

Selain itu kita juga membuka 1 account investasi lagi khusus untuk pendidikan anak yang berjangka waktu 7 tahun. Khusus investasi pendidikan ini, 4 tahun pertama dana akan di kelola di reksadana Manulife Dana Tumbuh Berimbang dan kemudian 3 tahun selanjutnya di alihkan otomatis ke reksadana Manulife Dana Kas II.

reksadana
dokumen pribadi : MiPlan

Untuk top up atau penambahan unit MiPlan, kami sepakat untuk otomatis debet rekening setiap bulan.  Manulife atau PT Manulife Aset Manajemen Indonesia [MAMI]  adalah bagian dari Manulife Asset Management, perusahaan manajemen investasi global yang merupakan bagian dari Manulife, hadir di Indonesia sejak tahun 1996. MAMI adalah perusahaan manajer investasi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. MAMI menawarkan 20 produk reksadana yang terdiri dari reksadana saham [syariah], reksadana pendapatan tetap, reksadanacampuran dan reksadana pasar uang.

Phillip Securities Indonesia

Reksadana di jual dan di kelola oleh Manajer Investasi. Salah satu manajer investasi yang terpercaya adalah Phillip Securities Indonesia. POEMS atau Phillip’s Online Electronic Mart System adalah perintis trading saham online yang di kembangkan oleh Phillip Capital, Singapura. Berdiri sejak tahun 1996, POEMS telah mengalami perkembangan yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan anda dengan memanfaatkan kekuatan teknologi modern.

Dengan teknologi digital yang semakin berkembang, Phillip Sekuritas melalui POEMS Pro Funds, menawarkan berbagai macam cara, produk  dan jenis investasi kepada investor dan juga para calon investor. POEMS dapat di gunakan dengan berbagai platform yaitu smartphone, blackberry, android, Iphone dan Ipad sehingga memudahkan bagi  investor untuk bisa mengakses POEMS di manapun asalkan tersedia jaringan internet.

Reksadana Manulife Syariah Sektoral Amanah, juga bisa di beli melalui POEMS ProFunds.
Selain MSSA, ada 99 produk reksadana lain yang di jual melalui POEMS dengan investasi minimal Rp. 100.000 saja. Tinggal pilih sesuai tujuan keuangan dan dengan nominal modal yang sangat terjangkau.

reksadana, manulife
sumber : https://www.poems.co.id/

Mengapa harus memilih POEMS Profunds ?

  1. Sistem terintegrasi dengan POEMS sehingga dengan platform yang sama dapat digunakan untuk bertransaksi saham.
  2. Memudahkan nasabah untuk memaksimalkan pendapatan dari dana yang mengendap ketika tidak dipergunakan untuk membeli saham.
  3. Menggunakan Rekening Dana Investor (RDI) sebagai rekening pembayaran sehingga lebih aman dan transparan.
  4. Biaya Pembelian (subscription fee) yang rendah sekali.
  5. Menampilkan berbagai pilihan Reksadana dari perusahaan asset manajemen terkemuka yang dapat dibeli.Menampilkan informasi kinerja dan prospektus dari setiap Reksadana-Reksadana pilihan secara online dalam satu platform sehingga lebih efektif dan efisien.
  6. Pembelian (Subscription) dan Penjualan (Redemption) dilakukan secara Online, sehingga menghemat biaya dan waktu.
  7. Memudahkan dalam memantau kinerja Reksadana yang dimiliki untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan. [sumber : https://www.poems.co.id]

Setelah berinvestasi di reksadana,  ada perasaan aman dan tidak khawatir karena kami tahu kami sudah menanamkan uang atau berinvestasi di tempat yang tepat. Bukan di tabungan melainkan di investasi reksadana.

Belanja online ? Batasi dan stop, lebih baik beli reksadana online saja. #WujudkanImpianmu dan buatlah masa depan yang lebih baik dengan investasi reksadana. Platform digital dan mekanisme online yang user friendly, mudah di gunakan semudah berbelanja online. Hasilnya ? Lebih menguntungkan pastinya.
Mari, #WujudkanImpianmu dengan POEMS.

Artikel ini saya ikutsertakan dalam lomba blog Phillip Blog Competition.

Widget_PhillipBlog1
Phillip Blog Competition
Advertisements

8 thoughts on “Only Saving is Not Enough

  1. Wua sudah banyak tabungannya. Iya setuju mba kalau untuk jangka panjang investasinya yg cocok reksadana ya.

    God luck ya buat kita.. 🙂

    Like

  2. Property untuk mereka yg kelasnya jauh lebih tinggi, untuk para ibu rumahntangga, pembelian saham diangka 100rb minimal mungkin suatu langkah awal yang baik, semangat untuk menangkan lomba ini sista.JBU

    Liked by 1 person

    1. terima kasih komennya Mb Ina, tapi maaf saya tidak begitu paham bagaimana prospek investasi properti ke depannya. artikel ini berdasarkan pengalaman saya, nahh tentang properti saya belum banyak pengalaman secara langsung jadi tidak berani berkomentar banyak…^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s