Aku Masih Muda, Masih Banyak Waktu Untuk Berinvestasi kan ?

Money is not the goal. Money has no value.
The value comes from the dreams money helps achieve.
Robert Kiyosaki

Apakah ada yang setuju dengan judul di atas?

Apakah ada yang setuju dengan quote di atas ?

Banyak yang berpendapat bahwa masa muda adalah masa bersenang-senang dan masa-masa penuh kebebasan untuk mengekpresikan diri.

stock-photo-43999758-laughter-is-the-language-of-our-soul
sumber : istock-photo

Saya setuju-setuju saja, tapi model bersenang-senang yang bagaimana?
Menghabiskan uang gajian sebulan hanya untuk bersenang-senang di kafe dengan teman-teman?
Atau menghabiskan uang gaji sebulan hanya untuk bisa tampil fashionable dan membeli
barang-barang mewah ?

Tidak apa-apa seandainya kita adalah Syahrini atau temannya Syahrini yang tidak perlu pusing memikirkan uang.

Pernah tidak untuk merenung dan berpikir sebentar saja, bahwa usia muda yang kita miliki ini tidaklah lama. Setelah bersekolah bertahun-tahun dan berhasil lulus kuliah kemudian bekerja…ehhh ketemu jodoh. Kemudian menikah dan tak butuh waktu lama anak-anak mulai lahir.

stock-photo-44652496-happy-children-enjoying-piggyback-ride-on-parents
keluarga

Semuanya butuh biaya alias uang dan tidak gratis.

Sudah siap biaya untuk pesta pernikahan? Sudah ada dana untuk membeli rumah? Ada rencana untuk liburan setiap tahun ?

Semua biaya-biaya tersebut memiliki besaran nominal yang besar bahkan hingga ratusan juta rupiah dan bukan hanya biaya yang seratus dua ratus ribu saja. Apalagi kalau kita sudah memiliki anak.

Jangan sampai kita berhutang untuk biaya pernikahan. Belum lunas, berhutang lagi untuk membeli rumah. Sudah ada 2 hutang, tambah hutang lagi karena istri mau melahirkan sementara belum ada biaya untuk membayar rumah sakit. Setelah anak lahir, hutang lagi untuk biaya sekolah anak.
Lalu, kapan senang dan bahagianya ? Mau di kejar-kejar hutang melulu sepanjang umur ?
Amit-amit, jangan sampai.

Semakin saya dewasa [baca : berumur] dan semakin jauh melewati masa muda, ada saatnya saya menyesal.
Bukan menyesal karena saya sudah tidak cantik lagi…bukannnn. Atau karena flek-flek hitam di wajah saya semakin banyak ?  Juga bukan

Maksud saya, menyesal karena saat muda dahulu sering sekali saya menghambur-hamburkan uang hanya untuk membeli hal-hal yang tidak bernilai seperti :

  • membeli tas mahal
  • membeli kosmetik mahal
  • sering sekali membeli baju, hampir setiap bulan
  • sering jajan di kafe atau resto yang bahkan makanan mahal tersebut hanya lewat di sistem pencernaan sebentar saja.

Semua barang itu berguna, tetapi tidak bernilai karena setelah di pakai dan saya membutuhkan uang, tidak ada orang yang mau membeli, bahkan dengan diskon 70% sekalipun.

Tas, lipstick, kosmetik, baju saat sudah tidak terpakai lagi pada akhirnya hanya bisa di berikan kepada orang lain. Dapat pahalanya saja.
Coba bandingkan dengan dengan properti yang sedemikian  bernilai sehingga semakin lama jangka waktu kita memilikinya maka harganya akan semakin naik.

Apalagi makanan atau gaya hidup foya-foya di kafe yang paling-paling manfaatnya adalah kita bisa pamer ke orang lain, heiiiii…..kita juga bisa seperti kamu, pergi ke kafe.

Walau kemudian jantung berdebar  dan mau pingsan gara-gara tagihan yang harus kita bayar di kafe tidak sebanding dengan banyaknya lembaran uang di dompet kita.

Betapa tidak pentingnya gaya hidup seperti ini kalau saya pikirkan ulang sekarang.

Karena apa?
Saat uang gaji kita habis bahkan saat baru 2 minggu kita gajian, apakah orang lain akan ikut menderita ? Tidak
Apa teman-teman yang melihat baju baru, tas baru, kosmetik mahal akan ikut menanggung biaya makan kita sehari-hari selama kita tongpes dan dompet mringis ?
Tidak akan..
Itulah sebabnya, hidup saya, hidup kita ini, kita sendiri yang menjalani. Jangan mencoba untuk memuaskan orang lain tetapi pada akhirnya kita sendiri yang merugi.

Seharusnya, kita harus menggaji dan membahagiakan diri kita sendiri lebih dahulu. Yang sudah bersusah payah bekerja 8 jam sehari, lembur, di omel-omelin atasan.
Harusnya, kebahagiaan kita lebih utama, bukan kesenangan sesaat.

Lalu, mengapa harus berinvestasi?
Investasi adalah alat atau kendaraan buat kita untuk mencapai target atau tujuan keuangan kita 5 tahun atau 10 tahun yang akan datang.

  • Ingin menikah dengan tema pernikahan 1001 malam ? Sudah ada jodohnya belum ?
  • Mau punya kos-kosan ?
  • Mau punya jet pribadi ?
  • Mau jalan-jalan ke Korea atau keliling dunia ?
  • Mau punya kafe ?
  • Mau punya rumah bagus dan asri ?
  • Mau anak-anak nantinya terjamin uang sekolah sampai kuliahnya selesai tanpa khawatir ?
  • Ingin pensiun tanpa khawatir kekurangan nantinya?
  • Ingin membahagiakan istri dengan memberinya villa mewah ?
  • Ingin memberi hadiah kejutan logam mulia untuk orang tersayang?
emas, logam mulia, emas batangan
ilustrasi investasi logam mulia

Bisa…bisa di atur….asalkan kita juga mau di atur dan disiplin dalam hal mengelola keuangan.

Beberapa hal yang harus kita kurangi bahkan harus kita hentikan yaitu :

  • Kurangi frekuensi pergi dan makan-makan di kafe mahal
  • Stop merokok, ingat uang untuk membeli rokok sebulan bisa mencapai sekitaran Rp. 300.000 [minimal]. Daripada beli rokok, lebih baik untuk berinvestasi saja.
  • Berhenti membeli barang-barang mewah, kecuali logam mulia atau berlian yang bisa di jual lagi saat kita membutuhkan uang.
  • Berhenti memberi hutang ke teman-teman yang kehabisan uang setiap bulannya. Bukankah senasib ? hehe
  • Berhenti bersenang-senang menggunakan uang orang tua
  • Berhenti pamer barang-barang mewah ke orang lain.
    Tidak ada manfaatnya baik buat kita maupun untuk orang lain. Pun, jangan suka pamer karena bisa memancing kejahatan.

Apa sih keuntungannya kita berinvestasi sejak muda ?

  • Dapat belajar dan lebih pandai mengatur keuangan sejak muda.
  • Bisa mendapatkan keuntungan hasil investasi tentunya.
  • Bisa menguasai emosi dan menahan diri dari lapar mata belanja serta mencegah dari gaya hidup foya-foya sedari muda.
  • Dapat mengumpulkan modal apabila suatu saat ingin berbisnis sendiri
  • Tidak merepotkan dan mengganggu keuangan orang tua
7
investasi syariah

Cara paling mudah dan mempunyai risiko paling minimal bagi pemula untuk mulai berinvestasi adalah melalui investasi reksadana syariah.
Tidak butuh modal besar dan juga aman karena berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan [OJK]. Dari sisi imbal hasil, investasi reksadana syariah mempunyai imbal hasil yang cukup tinggi di banding produk investasi lainnya.

Bingung mau mulai darimana ?
Mudah kok, buka website PT. Mandiri Sekuritas atau MOST  baca perlahan-lahan di laman tentang investasi reksadana.

transaksi-reksa2
Tata cara pembelian reksadana di Mandiri Sekuritas

Untuk investor pemula, jangan lupa untuk register dan membuka rekening terlebih dahulu.

Kemajuan teknologi membuat kita tidak perlu bersusah payah untuk mengetik ulang alamat website MOST, anda juga bisa mengunduh applikasi MOST  di SINI untuk ZIP file atau EXE file dan bisa langsung anda buka melalui PC atau laptop anda.

Masih bingung ? Silahkan  bisa telpon langsung ke care center MOST di bawah ini.

carecenter
care center MOST

Sekarang, investasi pun bisa di akses dengan ujung jari. Mudah kan ?

 

Oke, selamat berjuang di dunia masa muda yang cemerlang dengan berinvestasi. Jangan sampai menyesal seperti kakakmu ini.
Salam cerdik mengatur uang untuk masa depan.

Artikel ini saya ikutsertakan dalam lomba blog MOST Article Competition 2016 yang di selenggarakan oleh PT. Mandiri Sekuritas.

13653107_1096823150377225_1378930924463160813_o
lomba blog MOST Article Competition 2016

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s