{Sharing} Renungan :: Pada suatu malam ::


<!–[if !mso]>st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>

Ketika anak saya Mikhael berumur 4 tahun, suatu hari di Wonosobo saya membawa dia ke taman dan segera ia berlari ke sebuah bangunan berbentuk kotak2 di mana dia bisa memanjat dan bergelantungan. Dia minta saya mengangkatnya dan ia menggapai batang tiang itu dan saya melepaskan dia. Kakinya yang kecil tergantung sekitar 1.5 meter dari tanah dan ia sangat bangga.
Ia bergantung sendirian dengan tersenyum lebar. Setelah kurang lebih satu menit ia menjadi capek dan berkata,
 “ Ibu, tolong turunkan aku.”
Saya berkata, “ Nang, lepaskan saja peganganmu dan aku akan menangkapmu.”
Wajahnya tampak cemas dan ia berkata :”Tidak, turunkan aku.”
Saya berkata :” Nang, jika kamu melepaskan tanganmu, aku akan menangkapmu.”
“Tidak, tolong turunkan aku.”
“Nang, aku mengasihimu. Ibu berjanji, Ibu akan menangkapmu.”
Setelah peristiwa itu, seperti saya seakan di ingatkan Tuhan tentang bagaimana saya bersikap terhadap Nya. Seakan-akan DIA berkata : “ Seperti itulah cara kamu berhubungan dengan-Ku. Kamu berpaut habis-habisan dan berusaha melakukan segala sesuatu dengan kekuatanmu sendiri. Kamu terus bergumul, berusaha mengontrol segala sesuatu, berusaha membuat segala sesuatu tepat seperti yang kau inginkan, berusaha menyenangkan orang-orang, berusaha mengontrol setiap situasi. Kamu berpaut dan berpikir tidak ada orang yang akan memegangmu sehingga kamu lebih baik menggenggam lebih kuat dan berpaut lebih kuat. Sementara kamu tergantung di sana dan buku-buku jarimu berubah menjadi pucat, Aku berkata : “Lepaskan tanganmu dan Aku akan menangkapmu. Lepaskan saja tanganmu. Aku berjanji , Aku mengasihimu, dan Aku akan menangkapmu.”
Saya bekerja begitu keras untuk membuat segala sesuatu berjalan sebagaimana saya pikirkan sementara Allah ada di sana sejak lama. Dia berkata :” Aku menciptakan kamu dengan tanganKu sendiri. Aku menciptakan kamu dengan satu tujuan, dan Aku mati untuk menebus kamu. Mengapa kamu tidak bisa mempercayai Aku ? Aku memberikan hidupKu untukmu. Akulah Allah Semesta Alam. Kamu bisa melepaskan tanganmu, dan Aku akan menangkapmu.”
Setiap hari saya datang ke tempat di mana saya menyadari saya tidak bisa mengendalikan segala sesuatu dalam hidup saya, dan saya harus melepaskan tangan saya dan menyerah kepada Allah.
Dia selalu menangkap saya dan itulah saatnya ketika saya merasakan damai sejahtera dan kekuatan-Nya dalam momen yang menimbulkan tekanan.
For His Glory,
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s