{Berbagi Resep} : Bekal Nasi Goreng Hati Ayam

Semenjak Mikhael Play Group, dia sudah terbiasa membawa bekal makanan dari rumah. 
Mengapa ? Karena memang dari sekolah mengharuskan semua murid PG membawa bekal dan tidak boleh membawa uang jajan.Two tumbs up buat sekolah YSKI 2, Semarang.
Sampai dengan hari ini, kelas 6 SD di Kalimantan, Mikhael tetap saya buatkan bekal.

Sayang nya, hampir semua bekal tidak ter dokumentasikan dengan baik, karena pagi hari adalah waktu yang sangat sibuk bagi saya.

Salah satu manfaat membawa bekal adalah, anak jadi tidak terbiasa jajan sembarangan, karena sudah kenyang makan bekal.
Mikhael, paling kalau jajan dia beli nya minuman kemasan, itu pun tidak setiap hari. Jadi kita bisa mengontrol apa saja yang di makan nya dan si anak tidak mudah sakit.

Walaupun tidak terdokumentasi dengan baik, paling tidak saya bisa sharing bekal apa saja yang pernah saya buatkan untuk Mikhael, di antaranya Nasi Goreng Hati.

Setelah sempat terdiagnosa DBD 2 bulan yang lalu pastinya anak saya butuh banyak asupan vitamin dan zat besi.
Selain vitamin yang di konsumsi setiap hari,  setiap minggu sekarang saya selalu stock hati ampela ayam segar, paling tidak 4 buah.
Harga per pasangnya 3000 di Palangkaraya. 

Karena dari yang saya baca, hati ayam mengandung zat besi yang cukup.
Biasanya saya buatkan nasi goreng untuk sarapan + bekal sekolah.

Bahan-bahannya cukup simple dan sederhana, terdiri dari :

  • nasi putih 2 porsi atau secukupnya
  • hati ampela ayam satu pasang, rebus hingga empuk, potong kecil
  • 1 buah wortel potong kotak kecil
  • daun sawi hijau secukupnya

 Untuk bumbu, saya pakai bumbu yang sudah siap pakai, tapi sepertinya terlalu asin gurih, jadi saya berpikir untuk membuat bumbu sendiri saja.

Karena Mikhael tidak suka pedas, saya skip penggunaan cabe. Jadi untuk bumbunya :

  •  2 siung bawang putih geprek
  • setengah bagian bawangbombay, iris panjang
  • lada atau merica halus secukupnya
  • kecap manis secukupnya
  • garam secukupnya
  • kaldu ayam bubuk secukupnya

Cara membuat :

  • panaskan margarine atau sedikit minyak untuk menumis bumbu
  • masukkan bawang bombay, bawang putin geprek, tumis hingga layu
  • masukkan hati ampela ayam, tumis hingga kecoklatan
  • masukkan nasi, kecap manis, garam, kaldu ayam dan merica bubuk, aduk hingga kering
  • cicipi rasanya
  • siap di hidangkan


 Oiya, keluarga kami sudah mengkonsumsi beras merah selama sebulan ini. Takaran nya, 1 cup beras merah + 2 cup beras putih setiap kali masak nasi.
Saat pertama kali mencoba nasi nya, ampun deh rasanya aneh banget, kayak kasap-kasap gimana gitu.
Maklum sudah terbiasa makan nasi putih puluhan tahun.
Tapi setelah terbiasa, sekarang juga biasa saja rasanya. Apapun sayur atau lauknya, hayuk saja…haha

Nasi goreng ini pun memakai beras merah campur, jadi pera dan enak nasi goreng nya.


OK, selamat mencoba ya.
Happy cooking

clip art copas


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s